Memahami Mata Rantai Agribisnis

Seiring dengan berkembangnya waktu manusia terus mengubah pola hidupnya dari yang berpindah – pindah menjadi menetap dan mengandalkan pertanian untuk menyokong kebutuhan pangan. Bahkan, kini setiap negara diharuskan untuk dapat memberikan suplai pangan kepada seluruh warganya disaat ledakan populasi banyak terjadi di seluruh dunia.

Hal ini sudah pasti juga berdampak pada adanya perubahan pada sistem agribisnis di seluruh dunia. Perubahan tersebut juga disebabkan oleh adanya urbanisasi, globalisasi, diversifikasi pangan, dan merebaknya perdagangan makanan.

Segala perubahan tersebut membutuhkan suatu sistem yang diregulasi secara tepat, sehingga memungkinkan adanya mata rantai koordinasi. Mata rantai ini diatur dalam peraturan yang dirilis oleh Food and Agriculture Organization yang disingkat menjadi FAO.

Bagian sektor agribisnis ini perlu diatur, karena kegiatan ini termasuk dari salah satu bagian yang memberikan pemasukan terbesar bagi negara – negara penjual hasil pertanian. Dengan kata lain, sektor tersebut adalah kunci dari keamanan dan nutrisi bagi seluruh penduduk di dunia.

Pada kenyataannya ada banyak fakta penting seputar agribisnis seperti sebagian besar daerah penjual hasil panen biasanya merupakan daerah pedesaan yang masih tertinggal. Agribisnis juga memberdayakan penghasilan wanita di berbagai negara, sehingga mampu mengurangi angka kemiskinan dalam jumlah yang signifikan, terutama bagi panen penghasil ekspor.

Selain itu, agribisnis dapat dijadikan sebagai jembatan penghubung antara petani dan juga pihak perindustrian, sehingga hasil panen dapat langsung dipasarkan atau dijual. Sektor ini juga memungkinkan penaikan pendapatan perkapita dari daerah tertinggal untuk jangka panjang.

 

Peraturan Seputar Agribisnis dan Mata Rantai Sektor Ini

Segala peraturan seputar agribisnis sudah diatur oleh FAO dengan mempertimbangkan berbagai macam aspek, seperti lingkungan. Organisasi tersebut bertugas untuk meregulasi, mengembangkan, dan memungkinkan adanya penyebaran berbagai macam teknologi guna meningkatkan hasil pertanian.

Pembangunan dengan sistem yang telah diterapkan FAO sebenarnya bisa juga diterapkan di Indonesia. Organisasi seperti ini akan sangat membuka peluang bagi petani kecil dan berbagai daerah yang masih sangat tertinggal dalam hal teknologi pertanian.

Tak hanya itu dengan adanya mata rantai di sektor ini, maka akan sangat memungkinkan untuk menjalin kerjasama antara pihak individu dengan pihak instansi umum. Mata rantai ini dapat mengubungkan setiap produsen, pebisnis, maupun pemerintah. Penjalinan kerjasama seperti ini dapat meminimalisir resiko berbisnis di sektor ini.

Peluang – peluang lainnya yang memungkinkan adalah penyediaan bibit unggul yang diperoleh dari rekayasa genetika. Sekarang sangat memungkinkan untuk mengembangkan genetika dari tanaman pertanian, sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil panen.

Contoh dari rekayasa genetika yang ada misalnya, pengembangan padi yang dapat ditanam di area sawah yang kering. Selama ini hal yang diketahui oleh petani tradisional adalah padi harus ditanam dengan jumlah air yang berlimpah. Tentu saja penanaman padi sangat mustahil dilakukan dengan menggunakan jenis padi yang sama di daerah yang kekeringan air.

Dengan adanya mutasi genetika pada padi, kini sudah ada padi yang dapat ditanam pada daerah dengan air yang tidak berlimpah. Pengembangan dalam hal mutasi genetika ini hanya dapat dilakukan bila ada kerjasama antara instansi peneliti pada bidang pertanian dengan petani sesungguhnya.

Sedangkan perubahan genetika lainnya yang sudah dilakukan adalah gen yang dapat mempercepat proses perkembangbiakan dan pertumbuhan tanaman. Perubahan genetika yang satu ini sangat dianjurkan diterapkan pada tanaman penghasil buah yang berkayu.

Seperti yang Anda ketahui bahwa pohon memiliki lama waktu untuk tumbuh sekitar kurang lebih tujuh tahun. Jangka waktu selama itu sangat lama dibandingkan dengan pertumbuhan komoditi pangan masyarakat.

Dengan adanya perubahan genetika, maka pohon tersebut dapat tumbuh lebih cepat. Itulah mengapa memahami mata rantai agribisnis sangat penting bagi para petani.

Ditulis oleh Gladie Anggriawan, baca artikel selanjutnya mengenai Cara Menanam Tomat dalam Polybag